Home / hutang / ‘ARIYAH[pinjam-meminjam]

‘ARIYAH[pinjam-meminjam]

            ‘ARIYAH[pinjam-meminjam]

‘Ariyah ialah memberikan manfa’at sesuatu yang halal kepada yang lain untuk diambil manfa’atnya dengan tidak merusakkan zatnya,agar  zat barang itu bisa dikembalikan.

Tiap2 yang mungkin diambil manfa’atnya dengan tidak merusakkan zat barang itu,boleh dipinjam atau dipinjamkan.Meminjamkan sesuatu berarti  menolong yang meminjam.

Sabda Rasulullah SAW:

العا رية مؤداة والزعيم غا رم رواه ابو دا ود والتر مذي و حسنه

‘’Pinjaman wajib dikembalikan,dan orang yang menjamin sesuatu harus membayar.’’[H.R.Abu Dawud dan Turmudzi yang dinilainya sebagai hadist hasan]

RUKUN MEMINJAM

  1. Ada yang meminjamkan.Syaratnya yaitu:
  2. Ahli[berhak]berbuat kebaikan sekehendaknya.Anak kecil dan orang yang dipaksa tidak sah tidak sah meminjamkan.
  3. Manfa’at barang yang dipinjam dimiliki oleh yang meminjamkan,sekalipun dengan jalan wakaf atau menyewa,karena meminjam hanya bersangkutan dengan manfa,at,bukan bersangkutan dengan zat.Oleh karena itu,orang yang meminjam tidak boleh meminjankan barang yang dipinjamnya,karena manfa’at barang yang dipinjam bukan miliknya.
  4. Ada yang meminjam,hendaklah seorang yang ahli[berhak]menerima kebaikan.Anak kecil atau orang gila tidak sah meminjam sesuatu karena ia tidak ahli[tidak berhak]menerima kebaikan.
  5. Ada barang yang dipinjam.Syaratnya:

Barang yang benar2 ada manfa’atnya.

Sewaktu diambil manfa’atnya,zatnya tetap[tidak rusak].Oleh karena itu,makanan dengan sifat makanan untuk dimakan,tidak sah dipinjamkan.

  1. Ada lafadz,menurut sebagian orang ,sah dengan tidak berlafadz.

HILANGNYA BARANG YANG DIPINJAM

Kalau barang yang dipinjam itu hilang atau rusak karena pemakaian yang diizinkan,yang meminjam tidak perlu mengganti,karena pinjam meminjam itu berarti percaya mempercayai;tetapi kalau karena sebab lain,maka dia wajib mengganti.

عن صفوان بن اميه ان النبي صلى الله عليه وسلم استعار منه  دروعا يوم حنين فقال اغصب يا محمد قال بل عارية مضمونة قال فضاع بعضها فعرض عليه النبي صلى الله عليه وسلم ان يضمنها له فقال انا اليوم فى الاسلا م ارغب رواه احمدوالنسائ

Dari Safwan bin Umayyah,Sesungguhnya Nabi SAW telah meminjam beberapa baju perang dari Safwan pada waktu peperangan Hunain.Safwan bertanya kepada Rasulullah SAW,’’Paksaankah ya Muhammad?’’Jwab Rasulullah SAW,’’Bukan tetapi pinjaman yang dijamin.’’Kemudian baju itu hilang sebagian,maka Rasulullah SAW mengemukakan kepada Safwan bahwa akan digantinya.Safwan berkata,’’Saya sekarang telah mendapat kepuasan dalam Islam.’’[H.R.Ahmad dan Nasa’i]

Menurut pendapat yang lebih kuat,kerusakan yang hanya sedikitakibat pemakaian yang diizinkan tidaklah patut diganti,karena terjadinya disebabkan oleh pemakaian yang diizinkan.[Kaidah:Rida pada sesuatu berarti rida pula pada akibatnya].

MENGEMBALIKAN YANG DIPINJAM

Sabda Rasulullah SAW:

عن سمرة قال النبي صلى الله عليه وسلم على اليد ما اخذ ت حتى يؤ ديه رواه الخمسة الا النسا ئ

Dari Samurah,’’Nabi SAW  telah bersabda,Tanggung jawab barang yang diambil atas yang mengambil sampai dikembalikannya barang itu.’’[H.R.Lima ahli hadist selain Nasa’i]

Pada tiap2 waktu,yang meminjam dan yang meminjamkan tidak berhalangan bila ingin mengembalikan atau meminta kembali pinjaman,sebab ‘ariyah adalah akad yang tidak tetap.Ringkasnya,keduanya boleh memutuskan akad,asal tidak merugikan salah seorang antara keduanya.Akad ‘ariyahpun putus karena salah seorang dari yang meminjam atau yang meminjamkan mati,begitu pula jika gila.Sesudah yang meminjam mengetahui bahwa yang meminjamkan sudah memutuskan akad,dia tidak boleh memakai barang yang dipinjamnya.

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*