Home / KITAB UQUDULLUJAIN / HAK SUAMI ATAS ISTRI

HAK SUAMI ATAS ISTRI

            HAK SUAMI ATAS ISTRI

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 34:

‘’Kaum laki2 adalah pemimpin bagi kaum wanita,karena Allah telah melebihkan sebagian mereka [laki2] atas kelebihan yang lain[wanita],dank arena mereka[laki2] telah menafkahkan sebagian harta mereka.Sebab itu,wanita yang saleh adalah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri dibalik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara mereka.Wanita2 yang kamu khawatiri nusyuznya,maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka,dan pukullah mereka.Kemudian jika mereka mena’atimu,maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.’’[Q.S.An-Nisa:34]

Kaum laki2 sebagai pemimpin kaum wanita maksudnya bahwa suami harus dapat menguasai dan mengurus keperluan istri termasuk mendidik budi pekerti mereka.Allah melebihkan kaum laki2 atas kaum wanita karena lelaki [suami]memberikan harta kepada kaum wanita[istri]dalam pernikahan,seperti mas kawin dan nafkah.

Para ulama ahli tafsir mengatakan  bahwa kelebihan kaum lelaki terhadap kaum wanita adalah dilihat dari beberapa segi,yaitu dari segi hakiki dan syar’i.

Pertama, dari segi hakiki atau kenyataan adalah dalam beberapa hal:

  1. Kecerdikan akal dan intelektual lelaki melebihi wanita.
  2. Lelaki lebih tabah menghadapi problem yang berat.
  3. Kekuatan lelaki melebihi wanita.
  4. Kafasitas ilmiah tulisan kaum lelaki.
  5. Keterampilan lelaki dalam mengendarai kuda.
  6. Kaum lelaki banyak yang menjadi ulama.
  7. Kaum lelaki banyak yang menjadi imam besar maupun kecil.
  8. Kelebihan lelaki dalam berperang.
  9. Kelebihan lelaki dalam azan,khutbah dan solat jum’at.
  10. Kelebihan lelaki dalam ‘itikaf.
  11. Kelebihan lelaki dalam saksi hudud dan qisas.
  12. Kelebihan lelaki dalam hak waris.
  13. Kelebihan lelaki dalam ‘asabah.
  14. Kelebihan lelaki dalam menjadi wali nikah.
  15. Lelaki berhak menjatuhkan talak.
  16. Lelaki berhak merujuk.
  17. Anak dinasabkan dari kaum lelaki.

memberikan mas kawin dan nafkah kepada istri.

Wanita2 yang saleh dalam ayat tersebut adalah wanita2 yang ta’at kepada Allah dan suaminya,yang memelihara hak suaminya,menjaga farjinya,serta memelihara rahasia dan barang2 suaminya,karena Allah telah memelihara mereka.

Maksudnya,Allah menjaga dan memberikan pertolongan kepada wanita-wanita.Atau,Allah telah berpesan dan melarang wanita-wanita agar tidak berselisih.

Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda;

خَيْرُالنِسَا ءِ اِمْرَ اَةٌ اِذَا نَظَرْ تَ اِلَيْهَا سَرَتْكَ وَاِنْ اَمَرْتَهَا اَطَا عَتْكَ وَاِنْ غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِى مَالِكَ وَنَفْسِهَا

‘’Sebaik2nya wanita adalah wanita yang jika kamu memandangnya,ia menyenangkan kamu,apabila kamu memerintahkannya,ia menta’atimu,dan apabila kamu pergi,maka ia menjaga harta dan dirinya.’’

Wanita2 yang kamu khawatirkan nusyuznya,maka nasihatilah mereka.Memberikan nasihat disini hukumnya sunat.Seperti seorang suami berkata kepada istrinya,’’Takutlah kamu kepada Allah atas hak yang wajib kamu penuhi kepadaku,dan takutlah kamu kepada siksaan Allah.’’

Suami juga hendaknya menjelaskan kepada istri bahwa perbuatan nusyuz itu dapat menggugurkan nafkah dan giliran.Nasihat itu tidak boleh disertai dengan mendiamkan dan memukul istri.Kalau istri menampakkan uzurnya atau bertobat dari apa yang telah diperbuatnya tanpa uzur,maka suami disunatkan mengingatkan istri tentang hadis Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW bersabda:

اِذَا بَاتَتِ الْمَرْاَةُ هَا جِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَ ئِكَةُ حَتىَ تُصْبِحَ

‘’Jika istri bermalam meninggalkan tempat tidur suaminya,maka para malaikat mengutuknya hingga pagi.’’

Rasulullah SAWtelah bersabda:

اَيُمَا امَرَاَةٍ مَا تَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَةَ

‘’Seorang istri yang meninggal sedangkan suaminya ridha kepadanya,maka ia masuk syurga.’’

Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW seraya berkata:’’Wahai Rasulullah SAW saya utusan dari kaum wanita datang menghadap engkau untuk menanyakan tentang bagian wanita dari jihad.’’Nabi bersabda:’’Allah telah menetapkan kewajiban berjihad bagi kaum laki2.Kalau mereka terkena luka atau mati terbunuh,maka memperoleh pahala yang besar,dan mereka hidup disisi Tuhannya serta diberi rezeki dari buah2an surga.’’

Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

اَرْوَاحُ شُهَدَاْءِ فِى اَجْوَافِ طُيُوْرٍ حُضْرٍ تَرِدُ اَنْهَارَالْجَنَةِ وَتَأ كُلُ مِنْ ثِمَا رِهَا وَتَا وِى اِلىَ قَنَا دِ يْلَ مُعَلَقَةٍ فِى ظِلِ الْعَرْشِ

‘’Ruh2 para syuhada berada ditempat makanan burung2 hijau yang berkeliaran disungai2 syurga,memakan buah2an syurga,dan tinggal lampu2 yang digantungkan pada naungan ‘arasy.’’

Lanjut wanita tadi,’’Kami adalah kaum wanita yang melayani para suami dan membantu urusan apa saja yang dikerjakannya.Lalu apa saja bagian kami dari pahala perang karena terluka dan dibunuh musuh?’’Rasulullah SAW  bersabda:’’Sampaikan berita kepada wanita yang kamu jumpai bahwa keta’atan istri terhadap suaminya dan memenuhi hak2 suami akan mengimbangi perang jihad dan menduduki kedudukan perang sabil.Namun kaum wanita seperti kamu sedikit sekali yang melakukannya.’’

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa:

للِرِجَالِ نَصِيْبٌ مِمَا اكْتَسَبُوْا وَللِنِسَا ءِ نَصِيْبٌ مِمَا اكْتَسَبْنَ

‘’Bagi laki2 ada bagian dari apa yang mereka usahakan ,dan bagi para wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan.’’[Q.S.An-Nisa:32]

Maksudnya,bagi para laki2 itu memperoleh pahala dari amal jihad yang dilakukannya,bagi para wanita juga punya hak memperoleh pahala dari apa yang dilakukannya,yaitu menjaga farjinya dan ta’at kepada Allah dan suaminya.

Jadi,para laki2 dan para wanita dalam urusan pahala diakhirat memperoleh hak yang sama.Hal itu karena pahala satu kebaikan dilipatkan sepuluh kali,itu berlaku bagi laki2 dan wanita.Kelebihan para laki2 mengalahkan dan menguasai wanita itu hanya didunia.Demikian menurut Syekh Sarbini dalam tafsirnya.

Sayyidina Ali r.a telah berkata:’’Sejelek2 kelakuan lelaki adalah sebaik2 kelakuan wanita,yaitu bakhil,tidak mau member peminta-minta kelebihan hati.’’Sebab,wanita yang mengagumi dirinya sendiri pada umumnya tidak mau bicara dengan setiap lelaki dengan kata2 yang halus yang dapat menimbulkan kecurigaan.Sedangkan wanita,apabila bahkil mau menjaga hartanya dan harta suaminya.Adapun wanita penakut merasa khawatir sehingga tidak berani keluar rumahnya dan menjauh dari tempat yang menimbulkan kecurigaan karena takut kepada suaminya.

Nabi Dawud a.s berkata:

اَلْمَرْاَةُ السُوْءُ عَلَى بَعْلِهَا كا الْحَمْلِ الثَقِيْلِ عَلَى الشَيْخِ الكَبِيْرِ وَالْمَرْاَةُ الصَالِحَةُ كاَلتَا جِ الْمُرَصَعِ بِا لذَهَبِ كُلَمَا رَاَهَا قَرَتْ عَيْنُهُ بِرُئْيَتِهَا

‘’Wanita yang jelek terhadap suaminya seperti beban yang berat bagi orang tua yang lanjut usia,dan wanita yang baik seperti mahkota yang bertahta emas,setiap kali suami memandangnya sangat menyenangkan pandangan matanya karena melihat istrinya itu.’’

Para wanita sebaiknya mengetahui kalau dirinya seperti hamba sahaya yang dimiliki suaminya dan tawanan yang lemah tak berdaya dalam kekuasaan suami.Maka wanita tidak boleh membelanjakan harta suami untuk apa saja kecuali dengan izinnya.

Istri wajib merasa malu terhadap suami,tidak berani menentang,menundukkan muka dan pandangannya dihadapan suami,selalu ta’at ketika diperintah apa saja kecuali ma’siat,diam ketika suami sedang berbicara,menjemput kedatangan suami ketika keluar rumah,menampakkan cintanya ketika suami mendekatinya,menyenangkan suami ketika akan tidur,memakai wewangian,membiasakan merawat mulut dari bau yang tidak menyenangkan,membersihkan pakaian,berhias diri dihadapannya,dan tidak boleh berhias bila ditinggal suami,tidak berkhianat ketika suami sedang pergi,tidak menyelewengkan harta suami.

Rasulullah SAW bersabda:

لا يحل لها ان تطعم من بيته الا با ذ نه الا الرطب من الطعام الذي يخا ف فساده فا ن اطعمت عن رضاه كان لها مثل اجره و ان اطعمت بغير اذ نه كان له الاجر وعليها الوزر

‘’Istri tidak boleh member i makan orang lain dari rumah suaminya tanpa izinnya,kecuali makanan basah2  yang dikhawatirkan basi.Jika ia memberikan makanan dari izin suaminya,maka ia memperoleh pahala seperti pahala suaminya,dan jika ia memberi  makanan tanpa seizing suaminya,maka suaminya mendapat pahala,sedangkan istri mendapat dosa.’’

Istri hendaknya memuliakan keluarga dan kerabat2nya suami sekalipun berupa ucapan yang baik.Istri juga harus memandang pemberian sedikit dari suami sebagai hal yang banyak,menerima perbuatan suami,memandang utama dan bersyukur atas sikap suami,dan tidak boleh menolak permintaan suami sekalipun dipunggung unta,selama dalam kondisi yang diperbolehkan,karena jika dalam kondisi terlarang,seperti sedang haid atau nifas atau sekalipun sudah terputus tapi belum mandi besar,maka istri tidak wajib melayani dan boleh menolak menurut mazhab Syafi’i.

Ibnu Abbas r.a berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda;

لو ان امراة جعلت ليلها قياما ونهالرها صياما ودعاها زوجها الى قراشه وتا خرت عنه ساعة واحدة جائت يوم القيامة تسحب با السلا سل والاغلا ل مع الشياطين الى اسفل السافلين

‘’Andaikan seorang wanita menjadikan waktu malamnya untuk salat,siang harinya untuk berpuasa,lalu suaminya memanggilnya ketempat tidurnya,sedangkan si istri menundanya satu jam,maka kelak pada hari kiamat ia akan diseret dengan rantai dan belenggu,kumpul dengan syetan2 hingga tiba ditempat yang serendah2nya.’’

Suami tidak boleh menyetubuhi istrinya dihadapan lelaki atau wanita lain.Pada waktu suami akan menggauli istrinya,disunatkan dimulai dengan membaca basmalah,surat Al-Ikhlas,kalimat takbir,dan tahlil serta membaca:

بسم الله العلي العظيم اللهم اجعل النطفة ذرية طيبة

‘’Dengan menyebut nama Allah yang Maha luhur lagi Maha Agung,ya Allah,jadikanlah sperma ini keturunan yang baik.’’

Nabi SAW juga bersabda:

لَوْ اَنَ اَحَدَ كُمْ اِذَا اَتَى اَهْلَهُ قَا لَ اللهم جَنِبْنِى الشَيْطَا نَ وَجَنِبِ الشَيْطَا نَ مَا رَزَقْتَنَا فَاِ نْ كَا نَ لَهُ وَلَدٌ لَمْ يَضُرَ هَ الشَيْطَا نُ

‘’Sesungguhnya kalau seorang diantara kamu mendatangi istrinya,hendaknya ia membaca ,Allahumma jannibnisyaithana wajannibisyaithana ma razaqtana[ya Allah jagalah diriku dari syeithan dan jauhkanlah dari apa yang telah Engkau rezeqikan kepada kami]maka jika dari keduanya melahirkan anak,syeithan tidak dapat berbuat bahaya.’’

Jika anda telah mendekati orgasme,maka bacalah dalam hati dengan menggerak2an bibir anda:

اَلْحَمْدُ لِله الَذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَا ءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَا نَ رَبُكَ قَدِيْرًا

‘’Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dari air,lalu Dia jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah dan Tuhanmu adalah Maha Esa.’’

Suami istri yang melakukan persetubuhan tidak boleh menghadap kiblat,karena harus memuliakan kiblat,serta hendaknya menutupi tubuhnya dan tubuh istrinya dengan selimut.

Istri hendaknya tidak berpuasa sunat selain puasa arafah dan asyura,kalau tidak mendapat izin dari suaminya.Kalau istri ternyata berpuasa,maka ia hanya mendapat letih dan dahaga sedangkan puasanya tidak dapat diterima.

Istri hendaknya tidak bepergian dari rumah kecuali mendapat izin dari suaminya.Jika keluar tanpa mendapat izin dari suaminya,maka ia mendapat kutukan dari malaikat azab dan malaikat rahmat,hingga ia pulang ke rumahnya lagi,sekalipun suaminya itu zalim.Kalau keluar rumah dengan izin suami,hendaknya menyamar dan memakai pakaian yang tidak baik,carilah tempat yang sepi,bukan jalan umum atau pasar,juga menjaga dirinya agar orang lain tidak mendengar suaranya atau melihat postur tubuhnya,dan tidak boleh memperlihatkan dirinya kepada keluarga dan kerabat suaminya.

Dari keterangan tersebut dapat dimengerti bahwa istri itu benar2 wajib memelihara keridhoan suami dan menjauhi murkanya.

Macam-macam wanita yang masuk neraka  dan yang masuk syurga

Abdullah bin Mas’ud mendengar Rasulullah SAW bersabda:

اَيُمَا امْرَاَةٍ دَعَا هَا زَوْجُهَا اِلَى فِرَا شِهِ فَسَوَفَتْ بِهِ حَتَى يَنَا مَ فَهِيَ مَلْعُوْنَةٌ

‘’Wanita mana saja yang diajak suaminya ketempat tidurnya lalu ia menunda-nunda hingga suaminya tidur,maka ia dilaknat Allah.’’

وَاَيُمَا امْرَاَةٍ كَلَحَتْ فِى وَجْهِ زَوْجِهَا فَهِيَ فِى سَخَطِ الله اِلَى اَنْ تُضَا حِكَهُ وَتَسْتَرْضِيَهُ

‘’Wanita mana saja yang cemberut dihadapan suaminya,maka ia dimurkai Allah sampai ia dapat menimbulkan senyuman suami dan meminta keridhoannya.’’

Abdurrahman bin’Auf r.a. mendengar Rasulullah SAW bersabda:

‘’Wanita mana saja yang durhaka dihadapan suaminya,melainkan ia berdiri dari kuburnya dalam keadaan mukanya menjadi hitam.Dan wanita yang keluar rumahnya tanpa izin suaminya,maka ia dilaknat malaikat hingga ia kembali.’’

Usman bin Affan r.a. mendengar Rasulullah SAW bersabda:

‘’Tiada seorang istri yang keluar dari rumah suaminya tanpa seizing suaminya,melainkan segala sesuatu yang terkena sinar matahari hingga ikan2 dilaut melaknatnya.’’

Rasulullah SAWbersabda:

اَيُ النَا سِ اَعْظَمُ حَقًا عَلَى الْمَرْاَةِ؟ قَالَ زَوْجُهَا .قُلْتُ :فَاَيُ النَاسِ اَعْظَمُ حَقًا الرَجُلِ ؟قَالَ:اُمُهُ

‘’Siapakah manusia yang lebih besar haknya dari istri?Rasulullah SAW bersabda:’’Suaminya.’Aku bertanya lagi,’’Dan siapakah yang lebih besar haknya dari seorang laki2?Sabda Rasulullah :Ibunya.’’

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*