Home / Muamalat / HIBBAH,SEDEKAH DAN HADIAH

HIBBAH,SEDEKAH DAN HADIAH

            HIBBAH,SEDEKAH DAN HADIAH

  1. Hibbah yaitu;memberikan barang yang tidak ada tukarannya dan tidak ada sebabnya.
  2. Sedekah yaitu memberikan barang dengan tidak ada tukarannya karena mengharapkan pahala di akhirat.
  3. Hadiah yaitu;memberikan barang dengan tidak ada tukarannya serta dibawa ketempat yang diberi karena hendak memuliakannya.

Diantara beberapa kebaikan itu disebutkan dalam firman Allah SWT:

‘’ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.[Al-Baqarah:177]

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابي هربرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال لو دعيت على كراع او ذ راع لاجبت ولو اهدي الي ذ راع او كراع لقبلت رواه البخا ري

Dari Abu Hurairah,’’Rasulullah SAW telah bersabda,’Sekiranya saya diundang untuk makan sepotong kaki binatang,pasti akan saya kabulkan undangan tersebut;begitu juga kalau sepotong kaki binatang dihadiahkan kepada saya,tentu akan saya terima.[H.R.Bukhari]

عن خالد بن عدي ان النبي صلى الله عليه وسلم قال من جا ءه من اخيه معروف من غير اسراف ولا مسالة فليقبله ولا يرده فانما هو رزق سا قه الله اليه .رواه احمد

Dari Khalid bin Adi,’’Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda.’’Barang siapa yang diberi oleh saudaranya kebaikan dengan tidak berlebih2an dan tidak dia minta,hendaklah diterimanya[jangan ditolak;sesungguhnya yang demikian itu pemberian Allah kepadanya.’’[H.R.Ahmad]

RUKUN HIBAH,SEDEKAH DAN HADIAH

  1. Ada yang memberi.Syaratnya ialah orang yang berhak memperedarkan hartanya dan memiliki barang yang diberikan.Maka anak kecil,orang gila,dan yang menyia2kan harta tidak sah memberikan harta benda mereka kepada yang lain,begitu juga wali terhadap harta benda yang diserahkan kepadanya.
  2. Ada yang diberi.Syaratnya yaitu berhak memiliki.Tidak sah memberi kepada anak yang masih berada didalam kandungan ibunya dan pada binatang,karena keduanya tidak dapat memiliki.
  3. Ada ijab dan Kabul.
  4. Ada barang yang diberikan.Syaratnya,hendaklah barang itu dapat dijual,kecuali:
  5. barang2 yang kecil.Misalnya dua atau tiga butir biji beras,tidak sah dijual,tetapi sah diberikan.
  6. barang yang tidak diketahui tidaklah sah dijual,tetapi sah diberikan.
  7. Kulit bangkai sebelum disamak tidaklah sah dijual,tetapi sah diberikan.

TETAPNYA PEMBERIAN MENJADI MILIK

Barang yang diberikan belum menjadi milik orang yang diberi kecuali sesudah diterimanya,tidak dengan semata2 akad.Keterangannya:Nabi SAW pernah memberikan 30 buah kasturi kepada Najasyi,kemudian Najasyi meninggal dunia sebelum menerimanya,Nabi SAW mencabut kembali pemberian itu.

Kalau salah seorang yang memberi  atau yang diberi meninggal sebelum menerima,ahli warisnya boleh menerima,atau menerimakan barang yang telah diakadkan itu,dan boleh juga mencabutnya.

MENCABUT PEMBERIAN

Pemberian yang sudah diberikan dan sudah diterima tidak boleh dicabut kembali;kecuali pemberian bapak kepada anaknya,tidak berhalangan dicabut atau diminta kembali.

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابن عمر وابن عباس قال النبي صلى الله عليه وسلم لا يحل لرجل مسلم ان يعطي العطية ثم يرجع فيها الا الوالد فيما يعطى ولده .رواه احمد وصححه التر مذى وابن حبان

Dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas,Nabi SAW telah bersabda,’’Tidak halal bagi seorang laki2 muslim bila ia memberikan sesuatu kemudian dicabutnya kembali,kecuali pemberian bapak kepada anaknya.’’[H.R.Ahmad dan dinilai sahih oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban]

Seorang bapak dibolehkan mencabut pemberian kepada anaknya karena ia berhak menjaga kemaslahatan anaknya,juga cukup menaruh perhatian [kasih saying kepada anaknya].Dengan syarat;barang yang diberikan itu masih dalam kekuasaan anaknya,berarti masih tetap kepunyaan anaknya,meskipun sedang dirungguhkan.Maka apabila milik anak telah hilang,si bapak tidak boleh mencabut pemberiannya lagi,walaupun barang itu kembali kepada anaknya dengan jalan lain.Bapak diperbolehkan mengambil harta anaknya apabila ia menginginkannya.

Sabda Rasulullah SAW:

عن عا ئشة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ولد الرجل من اطيب كسبه فكلوا من اموا لهم .رواه احمد

Dari Aisyah ,’’Rasulullah SAW telah bersabda:’’Anak seorang laki2 adalah sebaik2 usahanya.Oleh karenanya,tidak ada halangan bagi laki2 mengambil harta anaknya.’’[H.R.Ahmad]

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*