Home / Islam / KITAB JINAYAT

KITAB JINAYAT

KITAB JINAYAT

Yang dimaksud dengan jinayat meliputi beberapa hukum,yaitu membunuh orang,melukai,memotong anggota tubuh,dan menghilangkan manfa’at badan,misalnya menghilangkan salah satu panca indera.

Membunuh orang adalah dosa besar selain dari ingkar.Karena kejinya perbuatan itu,juga untuk menjaga keselamatan dan ketentraman umum,Allah yang maha adil dan maha mengetahui memberikan balasan yang layak[setimpal]dengan kesalahan yang besar itu,yaitu hukuman berat didunia atau dimasukkan kedalam neraka nanti.

Firman Allah SWT:

‘’ Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.[Q.S.An-Nisa:93]

;; Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih[Q.S.Al-Baqarah:178].

Bagi yang membunuh tergantung tiga macam hak;a. hak Allah,b. hak ahli waris,c. hak yang dibunuh.Apabila ia bertobat dan menyerahkan diri kepada ahli waris[keluarga yang dibunuh],dia terlepas dari hak Allah dan hak ahli waris,baik mereka melakukan qisas baik mereka mengampuninya,dengan membayar diyat[denda]ataupun tidak.Sesudah itu tinggal hak yang dibunuh,nanti akan diganti oleh Allah diakhirat dengan kebaikan.

Pembunuhan ada 3 cara

  1. Betul-betul disengaja,yaitu dilakukan oleh yang membunuh guna membunuh orang yang dibunuhnya itu dengan perkakas yang biasanya dapat digunakan untuk membunuh orang.Hukum ini wajib diqisas,berarti dia wajib dibunuh juga,kecuali apabila dima’afkan oleh ahli waris yang terbunuh dengan membayar diyat[denda]atau dima’afkan sama sekali.

Firman Allah SWT:

‘’ Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.[Q.S.Al-Baqarah:179]

  1. Ketidaksengajaan semata-mata,misalnya ada seseorang yang melemparkan barang yang tidak disangka akan kena pada orang lain sehingga menyebabkan orang itu mati,atau seseorang jatuh menimpa orang lain sehingga orang yang ditimpanya itu mati.

Hukum pembunuhan yang tidak disengaja ini tidak wajib qisas,hanya wajib membayar denda yang enteng.Denda ini diwajibkan atas keluarga yang membunuh,bukan atas orang yang membunuh.Mereka membayarnya dengan diangsur dalam  masa tiga tahun,tiap2 akhir tahun keluarga itu wajib membayar sepertiganya.

Firman Allah SWT:

‘’Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali Karena tersalah (Tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin Karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, Maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. barangsiapa yang tidak memperolehnya, Maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan Taubat dari pada Allah. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.[Q.S.An-Nisa:92]

  1. Seperti sengaja,yaitu sengaja memukul orang tetapi dengan alat yang enteng[biasanya tidak untuk membunuh orang]misalnya dengan cemeti,kemudian orang itu meninggal dengan cemeti itu.Dalam hal ini tidak wajib juga qiyqs,hanya diwajibkan membayar diyat atas keluarga yang membunuh,diangsur dalam tiga tahun.

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*