Home / KITAB MAKANAN DAN PENYEMBELIHAN / KITAB MAKANAN DAN PENYEMBELIHAN

KITAB MAKANAN DAN PENYEMBELIHAN

Binatang air

Binatang yang hidupnya didalam air semuanya halal,baik yang berupa ikan ataupun bukan,mati karena ada penyebabnya ataupun mati sendiri.

Firman Allah SWT:

‘’Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan[Q.S.Al-Maidah :96]

 

Yang  hidup   di air  dan didarat

Binatang yang dapat hidup di air dan di darat, seperti katak, buaya, dan kepiting, hukumnya haram[tidak halal]dimakan.

Binatang darat

Binatang yang hidup di darat ada yang  halal dan ada yang tidak halal, yang halal adalah unta, sapi, kerbau, kambing, dan kuda, begitu  juga segala binatang yang baik.

Firman Allah swt;

‘’Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.[Q.S.Al-Maidah:1]

Yang haram dengan nas yaitu;[1] himar jinak ,[2] keledai, [3] setiap yang mempunyai taring [binatang buas],dan[4] setiap burung yang mempunyai kuku tajam.

Haram karena kita disuruh membunuhnya, yaitu;[1] ular,[2] gagak. [3] tikus, [4] anjing galak,dan[5]burung elang.

Sabda Rasulullah SAW:

عن عا ئشة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:خمس فواسق يقتلن في الحل والحرام الحية والغراب الابقع والفئا رة والكلب العقور والحداءة.رواه مسلم

Dari Aisyah,’Rasulullah Saw. telah bersabda, lima macam binatang yang jahat hendaklah di bunuh, baik di tanah halal ataupun di tanah Haram , Yaitu ular, burung gagak, tikus,anjing galak,dan burung elang.’[Riwayat muslim]

Haram karena kita dilarang  membunuhnya; [1] semut, [2] lebah, [3]burung hud-hud, dan [4] burung suradi.

Haram karena kotor[keji],termasuk kutu,ulat,kepiting,kutu anjing dan sebagainya.

Firman Allah SWT;

‘’ (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.[Q.S.Al-A’raf;157]

Sesuatu yang bukan binatang

Diharamkan memakan sesuatu yang bukan binatang apabila member madarat  pada badan atau akal,seperti racun,candu[opium],arak,batu,kaca dan lain2nya.

Yang menjadi pokok haramnya makanan ada 5:

  1. Nas dari Al-Qur’an dan hadist
  2. Karena disuruh membunuhnya
  3. Karena dilarang membunuhnya
  4. Karena keji[kotor]
  5. Karena memberi madarat.

Menyembelih

Binatang yang halal tidak halal dimakan kecuali apabila disembelihmenurut aturan yang telah disyari’atkan oleh agama.Selain itu,ikan dan belalang halal dimakan walaupun tidak disembelih.

Menyembelih ialah melenyapkan roh binatang untuk dimakan,dilakukan dengan sesuatu yang tajam selain dari tulang dan kuku.

Rukun menyembelih

  1. Penyambelih hendaklah orang islam atau ahli kitab[yang berpegang dengan kitab Allah selain dari Al-Qur’an]dan melakukannya dengan sengaja.

Firman Allah SWT:

‘Pada hari Ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu Telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. barangsiapa yang kafir sesudah beriman (Tidak menerima hukum-hukum Islam) Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.

[Q.S.Al-Maidah:5]
  1. Yang disembelih adalah binatang yang halal.Cara menyambelih:
  2. Binatang yang dapat disembelih dilehernya,hendaklah disembelih dilehernya,dipotong urat tempat lewatnya makanan dan urat tempat keluar nafasnya,kedua urat itu wajib putus.
  3. Binatang yang tidak dapat disembelih dilehernya karena liar atau jatuh kedalam lubang,sehingga tidak dapat disembelih dilehernya.Menyembelihnya dapat dilakukan dimana saja dari badannya,asal dia bisa mati karena luka itu.
  4. Alat[perkakas]menyambelih,yaitu semua barang tajam,melukakan,besi,bambu atau lainnya kecuali gigi dan kuku,begitu juga segala macam tulang.

Sunat menyembelih

  1. Memotong urat yang ada dikanan kiri leher agar lekas matinya.
  2. Binatang yang panjang lehernya,sunat disembelih dipangkal lehernya,maksudnya supaya lekas matinya.
  3. Binatang yang disembelih itu hendaklah digulingkan kesebelah rusuknya yang kiri,supaya mudah bagi orang yang menyembelihnya.
  4. Dihadapkan kekiblat[Ka’bah]
  5. Membaca bismillah dan shalawat atas Nabi SAW.

Menyembelih anak binatang yang masih berada dalam perut induknya

Anak binatang yang masih berada dalam perut induknya cukup[halal]dengan menyembelih induknya.Berarti kalau induknya disembelih dan anaknya juga mati karena disembelih induknya,maka anaknya itu halal dimakan.

Bagian yang dipotong dari binatang hidup

Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup hukumnya sama dengan bangkai binatang itu,berarti tidak halal dimakan dan dianggap najis.

Berburu

Berburu dengan binatang yang mempunyai taring atau burung yang mempunyai kuku tajam-seperti anjing atau burung elang-boleh[tidak ada halangan],dan binatang yang ditangkapnya halal dimakan dengan syarat;

  1. Binatang pemburu sudah pandai[terlatih].Tandanya sudah terlatih ialah kalau disuruh menurut ,kalau dilarang berhenti.
  2. Kalau dia dapat menangkap binatang,tidak dimakannya dan hendaklah dibaca bismillah sewaktu melepaskannya.Kalau binatang yang ditangkapnya itu masih hidup;wajib disembelih;dan kalau kita dapati sudah mati,binatang itu halal dimakan.

Firman Allah SWT;

‘’ Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang Telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang Telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.[Q.S.Al-Maidah;4]

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*