KURBAN/AQIKAH

KURBAN/AQIKAH

Kurban adalah binatang yang disembelih dengan tujuan ibadah kepada Allah SWT pada Hari Raya Haji dan tiga hari Tasyrik.

Hukum kurban

Sebagian ulama berpendapat bahwa kurban itu wajib,sedangkan sebagian lain berpendapat sunat.

Alasan yang berpendapat wajib yaitu firman Allah SWT:

‘’ Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

‘’Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[Q.S.Al-Kaustar:1-2]

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مَنْ وَجَدَ سَعَةُ فَلَمْ يُضَحِ فَلاَ يَقْرَبَنَ مُصَلاَ نَا.رواه احمد وابن ما جه

Dari Abu Hurairah,’’Rasulullah SAW telah bersabda:’’Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban,maka janganlah ia mendekati [menghampiri]tempat salat kami.[H.R.Ahmad dan I bnu Majah]

Alasan yang berpendapat sunat adalah sabda Rasulullah SAW:

اُمِرْتُ بِالنَحْرِوَهُوَ سُنَةً لَكُمْ.رواه االترمذى

‘’Saya disuruh menyembelih kurban dank urban itu sunat bagi kamu[H.R.Tirmidzi]

Binatang yang sah untuk kurban ialah yang tidak cacat,misalnya pincang,sangat kurus ,sakit,putus telinga,putus ekornya,dan telah berumur sebagai berikut:

  1. Domba[da’ni]yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
  2. Kambing yang telah berunmur dua tahun lebih.
  3. Unta yang telah berumur lima tahun lebih.
  4. Sapi,kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.

Seekor kambing hanya untuk kurban satu orang ,diqiyaskan dengan denda meninggalkan wajib haji.Tetapi seekor unta,kerbau dan sapi boleh buat kurban tujuh orang.

Waktu menyembelih kurban

Waktu menyambelih kurban mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya Haji sampai terbenam matahari tanggal 13 bulan Haji.

Sunat ketika menyembelih

Sewaktu menyembelih kurban disunatkan beberapa perkara dibawah ini:

  1. Membaca bismillah.
  2. Membaca salawat atas Nabi SAW.
  3. Membaca takbir.
  4. Berdo’a supaya kurban diterima Allah SWT.
  5. Binatang yang disembelih itu hendaklah di hadapkan kekiblat.

Nazar qurban

Apabila seseorang bernazar akan menyembelih qurban,maka hal itu wajib kepadanya sebagaimana nazar2  yang lain,dan dia wajib menyedekahkan semuanya,tak boleh dimakannya,dan tak boleh dijualnya,sekalipun kulitnya.

Kurban sunat

Tujuan yang dimaksud dengan berkurban ialah untuk menggembirakan fakir miskin dihari raya Haji,sebagaimana dihari raya Fitri,mereka digembirakan dengan zakat fitrah.Oleh karena itu,daging kurban yang sunat hendaklah disedekahkan;kecuali sedikit,sunat dimakan oleh yang berkurban.Kurban tidak boleh dijual sekalippun hanya kulitnya.

Firman Allah SWT;

‘’ Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.[Q.S..Al-Hajj;28]

Akikah

Akikah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari lahirnya anak[laki2 atau perempuan],tetapi kalau tidak dapat,boleh juga beberapa hari setelah itu,asal anak belum sampai balig[dewasa].

Hukum akikah adalah sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah si anak.Untuk anak laki2 hendaklah disembelih dua ekor kambing,sedangkan untuk anak perempuan seekor kambing saja.

Sabda Rasulullah SAW;

اَلْغُلاَمُ مُرْتَهِنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْ بَحُ عَنْهُ فِي الْيَوْمِ السَا بِعِ وَيُحْلَقُ رَاسَهَ وَيُسَمَى  رواه احمد والترمذي

‘’Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya akikah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya,dan dihari itu juga hendaklah dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.[H.R.Turmudzi]

Yang dimaksud dengan menjadi rungguhan ialah sebagaimana rungguhan yang ditebus dengan membayar utang.Begitu pula si anak,ditebus dengan disembelihnya akikah.

Binatang yang sah menjadi akikah sama saja dengan keadaan binatang yang sah untuk kurban,macamnya,umurnya,dan jangan yang cacat.

Daging akikah sunat dibagikan kepada fakir miskin setelah dimasak terlebih dahulu,orang yang melaksanakan akikah pun boleh memakan sedikit dari daging akikah sebagaimana kurban,kalau akikah itu sunat[bukan nazar].

Sumpah dan nazar

Sumpah adalah mentahkikkan sesuatu[menguatkannya]dengan menyebut nama Allah yang tertentu atau menyebut sifat2Nya.

Adapun sumpah dengan menyebut nama selain dari nama Allah atau sifat2Nya,seperti sumpah dengan mahkluk,itu tidak sah;berarti tidak wajib ditepati,dan tidak wajib kafarat[denda].Begitu juga sumpah yang tidak disengaja,umpamanya terlanjurnya lidah.

Firman Allah SWT:

‘’ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi Pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).[Q.S..Al-Maidah :89]

Sifat2 orang yang  sah sumpahnya

  1. Mukallaf[berakal dan telah balig].Sumpah anak kecil dan orang gila tidak sah.
  2. Kemauan sendiri.Orang yang dipaksa tidak sah sumpahnya.
  3. Orang yang terlanjur lidah tidak sah sumpahnya.

Pelanganggaran sumpah

Apabila seseorang bersumpah,kemudian dilanggar sumpahnya itu,maka dia wajib membayar kafarat[denda pengampun kesalahan].Tentang kafarat ini dia boleh memilih salah satu diantara tiga perkara:

  1. Memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan yang sah,tiap2 seseorang seperempat takaran fitrah[kira2 ¾ liter].
  2. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin,pakaian apa saja yang sesuai dengan keadaan mereka yang diberi.
  3. Memerdekakan hamba sahaya.

Jika ia tidak mampu membayar salah satu dari tiga perkara tadi,maka dia boleh berpuasa tiga hari.

Nazar

Nazar adalah janji tentang kebaikan yang asalnya tidak wajib menurut syara’,setelah dinazarkan maka jadi wajib.

Nazar ada 2 macam:

  1. Menjanjikan ibadah apabila dia mendapat nikmat[keuntungan]atau karena terhindar dari bahaya.
  2. Mewajibkan ibadah dengan tidak ada sebabnya.

Bernazar akan berbuat maksiat[larangan]tidak sah.

Sabda Rasulullah SAW:

مَنْ نَذَ رَ اَنْ يُعْصِى الله فَلاَ يُعْصِهِ.رواه البُخَا رى

‘’Barang siapa bernazar akan mengerjakan maksiat[larangan Allah],janganlah ia mengerjakan maksiat itu.’’[H.R.Bukhari]

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*