Home / KITAB HUDUD[HUKUMAN] / Larangan mencuri

Larangan mencuri

Larangan mencuri

Mencuri ialah mengambilharta orang lain dengan jalan diam2,diambil dari tempat penyimpanannya.

Mencuri adalah termasuk dosa besar,orang yang mencuri wajib dihukum,yaitu dipotong tangannya.Apabila ia mencuri baru pertama kalinya,maka dipotong tangannya yang kanan[dari pergelangan telapak tangan].Bila mencuri kedua kali,dipotong kaki kirinya[dari ruas tumit],mencuri yang ketiga kali dipotong tangannya yang kiri,dan yang keempat kali,dipotong kaki yang kanan,kalau dia masih mencuri maka dipenjarakan sampai ia bertaubat.

Firman Allah SWT:

‘’ Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.[Q.S.Al-Maidah:38]

Syarat hukum potong tangan

  1. Pencuri tersebut sudah balig,berakal,dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya.Anak-anak,orang gila,dan orang yang dipaksa orang lain tida dipotong tangannya .
  2. Barang yang dicuri itu sedikitnya sampai satu nisab [kira-kira seberat 93,6 gram emas],dan barang itu diambil dari tempat penyimpanannya.Barang itu  bukan kepunyaan sipencuri,dan tidak ada jalan yang menyatakan bahwa ia berhak atas barang itu.

Oleh karena itu,orang yang mencuri harta bapaknyatidaklah dipotong tangannya,begitu juga sebaliknya demikian pula bila salah seorang suami istri mencuri harta yang lain,orang miskin yang mencuri dari baitul maal,dan sebagainya tidak dipotong.

Apabila telah nyata ia mencuri dengan ada saksi atau mengaku sendiri,selain tangannya wajib dipotong,ia pun wajib mengembalika harta yang dicurinya itu,atau menggantinya kalau barang itu tidak ada lagi ditangannya.

Hukuman bagi perampok

Perampok ada 4 macam:

  1. Membunuh orang yang dirampoknya dan diambil hartanya.Dalam hal ini hukumnya wajib dibunuh;sesudah dibunuh,kemudian disalibkan [dijemur].
  2. Membunuh orang yang dirampoknya,tetapi hartanya tidak diambil.Hukumnya ia hanya wajib dibunuh saja.
  3. Hanya mengambil harta bendanya saja,sedangkan orangnya tidak dibunuhnya,sedangkan benda yang diambil sedikitnya satu nisab.Perampok yang seperti ini hukumnya dipotong tangannya yang kanan dan kakinya yang kiri.
  4. Perampok yang menakut-nakuti saja,tidak membunuh dan tidak mengambil harta benda.Hukumnya hendaklah diberi hukuman penjara atau hukuman yang lainnya yang dapat menjadi pelajaran kepadanya,agar ia jangan mengulangi perbuatannya yang tidak baik itu.

Firman Allah SWT:

‘’ Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,[Al-Maidah :33]

 

Apabila seorang perampok  telah benar2 bertobat sebelum ia tertangkap,maka gugurlah baginya hukuman tertentu bagi perampok.Berarti kalau ia membunuh orang dan mengambil harta ,gugurlah baginya hukum jemur dan wajib dibunuh.Dan wali orang yang terbunuh,boleh mengabil qisas atau mema’afkan ,dan ia wajib mengembalikan harta yang diambilnya.Kalau ia hanya membunuh orang saja,gugurlah hukum wajib dibunuh,dalam hal ini terserah kepada walinya,akan diambil qisas atau dima’afkan.Kalau ia hanya mengambil harta benda saja,dia hanya dipotong tangannya saja,tidak dipotong kakinya.Jadi,yang gugur dalam tobat sebelum tertangkap ialah hak Allah,sedangkan hak manusia terus dilakukan.

Firman Allah SWT:

‘’Kecuali orang-orang yang Taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; Maka Ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Al-Maidah:34]

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*