Home / KITAB NIKAH / NAFKAH

NAFKAH

                NAFKAH

Yang dimaksud dengan nafkah yaitu semua kebutuhan dan keperluan yang berlaku menurut keadaan dan tempat,seperti makanan,pakaian,rumah dan sebagainya.

Banyaknya nafkah yang diwajibkan adalah sekedar mencukupi kebutuhan dan keperluan serta mengingat keadaan dan kemampuan orang yang berkewajiban menurut kebiasaan masing2 tempat.

Firman Allah SWT:

‘’Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.[Q.S.At-Talaq:7]

SEBAB- SEBAB YANG MEWAJIBKAN NAFKAH

  1. Sebab keturunan.Bapak atau ibu-kalau bapak tidak ada-wajib memberi nafkah kepada anaknya;begitu juga kepada cucu,kalau dia tidak mempunyai bapak.

Syarat wajibnya nafkah atas ibu bapak kepada anak ialah apabila si anak masih kecil dan miskin,atau sudah besar tapi tidak kuat berusaha dan miskin pula.Begitu pula sebaliknya,anak wajib member nafkah kepada kedua orang tuanya apabila keduanya tidak kuat lagi berusaha dan tidak mempunyai harta.

  1. Sebab pernikahan.Suami diwajibkan membari nafkah kepada istrinya yang ta’at,baik makanan,pakaian,dan sebagainya menurut keadaan ditempat masing2 dan menurut kemampuan suami.
  2. Sebab milik.Seseorang yang memiliki binatang wajib member makan binatang itu,dan dia wajib menjaganya jangan sampai diberi beban lebih dari semestinya.

 

IBU YANG MENYUSUKAN

Apabila seorang perempuan menyusukan seorang anak yang belum berumur dua tahun,maka anak yang menyusu itu menurut hukum seperti anak perempuan itu,dan suami perempuan itu menjadi seperti bapak sianak.Ini berarti bahwa perempuan dan suaminya menjadi mahram sianak yang menyusu  ,sebagaimana ia bermahram dengan kedua orang tua yang melahirkannya.Begitu pula kepada ibu bapak suami istri itu terus keatas,saudara keduanya,dan anak keduanya,mereka itu semua menjadi mahram si anak yang menyusu itu.Tegasnya,mereka tidak sah menikah dengan si anak yang menyusu tadi;seterusnya segala hukum mahram berlaku pula antara si anak dengan

Mereka.

Firman Allah SWT:

‘’ Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang Telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang Telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Q.S.An-Nisa:23]

SYARAT-SYARAT YANG MENJADIKAN IBU SUSU DAN KETURUNANNYA MENJADI MAHRAM KEPADA ANAK YANG MENYUSU ITU ADALAH:

  1. Umur anak sewaktu menyusu kurang dari dua tahun.
  2. Menyusunya anak itu sampai lima kali kenyang dan waktunya berlainan.

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*