Home / KITAB NIKAH / RUJUK

RUJUK

RUJUK

Rujuk ialah’’mengembalikan istri yang telah ditalak pada pernikahan yang asal sebelum diceraikan.’’

PERCERAIAN ADA TIGA CARA;

  1. Talak tiga,dinamakan ‘’ba’in kubra’’.Laki2 tidak boleh rujuk lagi dan tidak sah menikah lagi dengan bekas istrinya itu,kecuali apabila perempuan itu telah menikah dengan orang lain serta sudah campur,sudah diceraikan,dan sudah habis pula ‘iddahnya,barulah suami yang pertama boleh menikahinya lagi.
  2. Talak tebus,dinamakan ‘’ba’in sugra’’.Dalam talak ini suami tidak sah rujuk lagi,tetapi boleh menikah kembali,baik dalam ‘iddah ataupun sesudah habis ‘iddahnya.
  3. Talak satu atau talak dua,dinamakan ‘’talak raj’I’’,artinya si suami boleh rujuk kembali kepada istrinya selama si istri masih dalam ‘iddah.

HUKUM RUJUK

  1. Wajib,terhadap suami yang menalak salah seorang istrinya sebelum ia sempurnakan pembagian waktunya terhadap istri yang ditalak.
  2. Haram,apabila rujuknya itu menyakiti istri.
  3. Makruh,kalau perceraian itu lebih baik dan berfaidah bagi keduanya[suami istri]
  4. Jaiz[boleh],ini adalah hukum rujuk yang asli.
  5. Sunat,jika maksud suami adalah untuk memperbaiki keadaan istrinya,atau rujuk itu lebih berfaidah untuk keduanya.

RUKUN RUJUK

  1. Istri,keadaan istri disyaratkan:
  2. Sudah dicampuri,Karena istri yang belum dicampuri apabila ditalak,terus putus pertalian antar keduanya,si istri tidak mempunyai ‘iddah sebagaimana yang telah dijelaskan.
  3. Istri yang tertentu.Kalau suami menalak beberapa istrinya,kemudian ia rujuk kepada salah seorang dari mereka dengan tidak ditentukan siapa yang dirujukkan,maka rujuknya itu tidak sah.
  4. Talaknya adalah talak raj’i.Jika ia ditalak dengan talak tebus atau talak tiga,maka ia tidak dapat dirujuk lagi.
  5. Rujuk itu terjadi sewaktu istri masih dalam ‘iddah.
  6. Rujuk ini dikakukan oleh suami atas kehendaknya sendiri,artinya bukan dipaksa.
  7. Dalam hal ini ulama berselisih faham apakah saksi itu wajib menjadi rukun atau sunat.Sebagian mengatakan wajib,sedangkan yang lain mengatakan hanya sunat.
  8. Sigat[lafadz].Sigat ada 2:
  9. Terang-terangan,misalnya dikatakan,’’Saya kembali kepada istri saya,’atau’’Saya rujuk kepadamu.’’
  10. Melalui sindiran,misalnya’’Saya pegang engkau,’’atau ‘’Saya kawin engkau,’’dan sebagainya,yaitu dengan kalimat yang boleh dipakai untuk rujuk atau untuk lainnya.

Sigat itu sebaiknya merupakan perkataan tunai,berarti tidak digantungkan dengan sesuatu.Umpamanya dikatakan,’’Saya kembali kepadamu jika engkau suka,’’atau ‘’Kembali kepadamu jika si anu datang.’’Rujuk yang digantungkan seperti itu tidak sah.

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*