Home / Shalat / Syarat dan Rukun Shalat

Syarat dan Rukun Shalat

5

Syarat Shalat ada 6:

1. Mengetahui waktunya shalat

2. Sucinya badan dan pakaian dan tempat shalat dari najis

3. Suci dari 2 hadats: Kecil dan besar

4. Menghadap kiblat

5. Menutup Aurat

6. Bisa membedakan mana yang wajib di shalat mana yang sunah (tidak masalah jika yang sunat di shalat dianggap wajib kalau tidak tahu, tapi BISA TIDAK SAH SHALAT kalau yang wajib di shalat dianggap sunat, contoh membaca al-fatihah dianggap sunah).

Rukun Shalat ada 17:

1. Niat dengan hati

Niat harus didalam takbiratul ikhrom dengan hati, apabila mengucapkan sebelum takbir itu hanya SUNNAH.

Apabila shalatnya fardu, didalam niatnya wajib 3 perkara:

a. Niat mengerjakan: Usholi

b. Niat shalat fardu: Fardu

c. Niat Menentukan: Dzuhri

Tapi didalam shalat sunah yang mempunyai sebab kewajiban niatnya ada 2:

a. Niat mengerjakan: Usholi

b. Niat menentukan: Qobliyatadzuhri

Tapi kalau shalat sunah mutlaq kewajiban niat hanya 1:

a. Niat mengerjakan: Usholi

 

2. Membaca Takbir pada waktu berdiri

yang khusus ucapannya AllahuAkbar

Syaratnya 16:

1. membacanya harus berdiri (kecuali tidak mampu)

2. Harus bisa didengarkan oleh diri sendiri, jangan melamun

3. Harus adanya takbir dengan lafadz Allah

4. Adanya takbir dengan lafadz Akbar

5. Sighatnya harus wazan af’alu

6. Takbir harus bahasa arab (yang mampu)

7. Mendahulukan lafadz Allah daripada Akbar

8. Tidak Memanjangkan Hamzah Lafadz Allah contoh: Aaaaaalaaaaahu Akbar

9. Tidak memanjangkan ba lafadz akbar, contoh: Allaaaaahu Akbaaaaaaaaar

10. Tidak memakai tasydid pada ba lafadz akbra, contoh: Allaaaaaahu Akbbbbbbbbar

11. Tidak menambahkan wau sukun atau wau berharkat antara 2 kalimah takbir, Contoh: Allaaaaahuuuuuuuuuuuu Akbar, Allaaaaaahuwakbar

12. Tidak dipisah antara 2 kalimah Allah dan Akbar sekalipun dengan dhomir fasol, Contoh: Allaaaaaahu huwa akbar.

13. Tidak boleh berhenti lama antara 2 kalimah, contoh: Allaaaaaahu………………………………………….(1 menit) akbar

14. Harus sudah masuk waktu shalat

15. Harus sudah yakin menghadap kiblat

16. Harus membelakangkan takbir ma’mum daripada imam

3. Berdiri didalam Shalat Fardu (yang mampu)

Syaratnya berdiri 2: memijak kepada 2 telapak kaki/salah satu, mendirikan tulang punggung (kecuali sudah tua/sakit)

4. Membaca Fatihah

Ada 11 syarat:

1. Harus membaca semua ayat fatihah 7 ayat termasuk bismillah (Menurut Syafi’i, Hanbali, Hanafi)

2. Harus menjaga semua tasydid Fatihah yang banyaknya 14 tasydid.

3. Harus terus – menerus didalam membaca Fatihah.

4. Harus tertib didalam membaca ke-7 ayat (jangan ngacak).

5. Harus menjaga makhroj hurufnya Fatihah. (jika kurang pas didalam membaca mahkraj huruf tapi tidak menyebabkan mengubah makna itu tidak membatalkan)*

6. Harus jelas membacanya jangan sampai tidak jelas membaca hurufnya yang dapat merusak makna

7. Harus membaca fatihah dengan bahasa arab.

8. Jangan membaca Qiroah Syadz mengubah makna (Diluar Qiroah Sab’ah)

9. Jangan membelokkan bacaan Fatihah, contoh: ketika baca fatihah sampai iyaka na’budu terus bersin, mengucapkan alhamdulillah, maka harus diulang lagi dari awal fatihah

10. Harus didengarkan oleh dirinya semua huruf fatihah (jangan melamun)*

11. Bacaan Fatihah harus diucapkan ketika berdiri

5. Ruku

4 Perkara yang berhubungan dengan ruku:

1. Harus condong dikira – kira telapak tangan bisa disimpan dua dengkul.

2. Apabila tidak mampu condong karena sakit boleh ada yang membantu ataupun boleh bersandar kepada sesuatu.

3. Apabila tidak mampu condong maka boleh isyarat dengan mata pada waktu berdiri dan niat dengan hatinya.

4. Pada waktu turun ruku’ jangan bermaksud apa – apa kecuali melakukan ruku’ tapi bermaksud sesuatu maka batal. Contoh: Waktu mau ruku sekalian niat meregangkan otot.

6. Tumaninah dalam Ruku’

Tumaninah yaitu seluruh anggota badan diam tidak bergerak (anggota badan yang bisa dikendalikan) kecuali mata, getaran tubuh dll… tidak usah

Waktu paling sedikit tumaninah yaitu kira – kira lamanya bacaan Subhanallah atau alakadar diam sebentar setelah gerak anggota

Adapun kesempurnaan tumaninah yaitu lebih dari itu seperti membaca Subhanallah Rabial adzim wabihamdih minimal 3x  sempurna 9x

7. I’tidal

Mencakup 2 kefarduan: Harus tegak berdiri jangan bungkuk, tegak berdirinya harus niat i’tidal bukan hal lain, misalnya kaget akan sesuatu maka tidak sah. Jangan lama didalam i’tidal sebab i’tidal termasuk rukun Qosir/pondok, apabila dalam i’tidal diam lama/ membaca dzikir yang tidak disyariatkan maka batal shalatnya.

Adapun melamakan i’tidal dengan membaca dzikir yang disyariatkan itu tidak apa-apa seperti i’tidal lama dengan membaca qunut.

8. Tumaninah dalam I’tidal

9. Sujud

Syarat sujud 10:

1. Harus menyimpan sebagian jidatnya orang yang sujud kepada tempat shalat sambil jangan tertutup oleh kain/debu/hal lain.

2. Harus pelan – pelan ketika menyimpan jidat ke tempat sujud, jangan sekaligus dan sewaktu jidat sudah menempel ditempat sujud jidat harus dilepaskan ke tempat sujud dan jangan ditahan oleh tangan (sekira – kira kalau sujud kepada kapas, maka kapasnya akan gepeng).*

3. Harus ada sujudnya itu pantat harus ada di atas, kepala harus ada di bawah (pantat lebih atas dari kepala).

4. Harus menyimpan kepada sedikit dari dua dengkulnya.

5&6. Harus menyimpan semua dua telapak tangannya. (jika tidak tersimpan sempurna dua telapak tangan tidak apa – apa hanya kurang fadhilahnya)*

7&8. Menyimpan semua telapak jari – jari kedua kakinya.*

9. Jangan bermaksud pada waktu turun untuk sujud selain sujud (contoh: sujud ah sambil mau garuk pantat)

10. Jangan melakukan sujud kepada sesuatu yang nempel pada dirinya sekira – kira itu sesuatu bisa bergerak apabila dirinya bergerak. (contoh: orang yang shalat memakai sorban dipundaknya terus ketika sujud sorbannya itu menutupi tempat sujud jidat, kecuali kalau sorbannya panjang seperti 2 meter dan ujung sorbannya merumbai kepada tempat sujud, dan ujung sorban tidak bergerak ketika orangnya bergerak, maka tidak masalah)/(contoh: sujud jidatnya terhalangi rambut kepala, maka tidak sah).

10. Tumaninah dalam sujud

11. Duduk diantara 2 sujud

2 Syarat:

1. Jangan bermaksud kepada selain duduk diantara 2 sujud (contoh: ketika akan duduk diantara 2 sujud sambil berniat meregangkan otot, harus niat duduk diantara 2 sujud saja)/(contoh: jika duduk diantara 2 sujud karena kaget maka wajib kembali sujud lagi).

2. Didalam melakukan duduk diantara 2 sujud jangan terlalu lama sebab termasuk rukun qosir/pendek. Apabila melamakan didalam rukun ini sekira – kira melebihi dzikir yang umum (robbigfirli warhamni…..wa’fu anni), maka batal shalatnya.

12. Tumaninah dalam duduk diantara 2 sujud

13. Duduk Tasyahud Akhir

14. Membaca Tasyahud Akhir

15. Membaca Sholawat kepada nabi dalam tasyahud akhir

16. Membaca Salam

Paling sedikit Assalamu’alaikum, kalau dibalik tidak sah misalnya AlaikumSalam, apabila hurufnya dibaca cacat, tidak sah shalatnya. Dan wajib ketika membaca salam dadanya harus menghadap kiblat apabila berpaling dari kiblat maka batal, jika lehernya saja tengok kanan kiri maka tidak apa – apa justru sunnah.

17. Tertib

Tertib didalam semua rukun kecuali,

didalam melakukan niat dan takbirotul ikhrom maka tidak ada tertib, tapi wajib berbarengan.

Tidak ada tertib diantara berdiri dan membaca fatihah.

PERINGATAN!!!

1. Apabila orang yang shalat lupa didalam shalatnya tidak melakukan tartib seperti tidak melakukan 1 rukun maka orang tersebut wajib kembali kepada rukun yang tidak dikerjakannya. (contoh: seperti orang yang sedang shalat lupa tidak baca fatihah, dalam rakaat pertama, ingat – ingat sewaktu sujud maka wajib kepada berdiri untuk membaca fatihah, dan kembali kepada ketertiban lagi, ruku, itidal, sujud. Kecuali apabila ingatnya setelah mengerjakan rukun yang sama dengan yang ditinggalkan maka itu jangan kembali lagi, tapi shalatnya diteruskan hanya nanti harus menambah 1 rakaat lagi).

2. Apabila seseorang lupa akan bilangan shalat, apakah raka’at ketiga atau keempat maka harus mengambil kepada raka’at yang paling yakin yaitu raka’at ketiga berarti harus menambah satu raka’at lagi kecuali ragu – ragu didalam bilangannya setelah beres shalat maka tidak apa-apa sebab  ada qoidah fiqih Keraguan setelah selesai melaksanakan itu tidak memberikan bekas, kecuali kalau yakin memang salah, maka wajib menambah satu raka’at lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Kitab Safinatunnaja Karangan Syekh Salim Syarah Karangan Imam Nawawi.

 

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*