Home / Islam / Haji & Umroh / TINGKATAN HAJI

TINGKATAN HAJI

Haji dipandang dari tingkatan syarat2nya mempunyai 5 tingkatan;

  1. Sah semata-mata.Syaratnya;islam.Maka sah haji anak2[walaupun belum mumayyiz]dengan pimpinan walinya.
  2. Sah mengerjakannya sendiri,syaratnya islam dan mumayyiz.
  3. Sah untuk haji yang dinadzarkan.Syaratnya;islam,balig,berakal.
  4. Sah menjadi bayaran fardu islam[kewajiban sekali seumur hidup].Syaratnya;islam,balig,berakal,merdeka.
  5. Wajib.Syaratnya;islam,balig,berakal,merdeka dan kuasa.

            RUKUN HAJI

  1. Ihram[berniat mulai mengerjakanhaji atau umroh]

Sabda Rasulullah SAW:

اِنَمَا اْلاَ عْمَا لُ بِالِنيَا تِ

“Sesungguhnya segala amal ibadah hanya sah dengan niat.’’[H.R.Bukhori]

  1. Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan,yaitu mulai dari tergelincir matahari[waktu dzuhur]tanggal 9 bulan Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 bulan Dzulhijjah.Artinya orang yang sedang mengerjakan haji itu,wajib berada dipadang Arafah pada waktu tersebut.
  2. Tawaf[mengelilingi Ka’bah].Tawaf rukun ini dinamakan tawaf ifadah.

Firman Allah SWT:

 

‘’Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran. yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).[Al-Hajj:29]

SYARAT TAWAF

  1. Menutup aurat

Sabda Rasulullah SAW:

قاَلَ النَبِيُ صلى الله عليه وسلم لاَ يَطُوْ فُ بِالْبَيْتِ عُرْ يَا نٌ رَوَاهُ اْلبُخَا رِي وَاْلمُسْلِمُ

‘’Janganlah engkau tawaf[mengelilingi Ka’bah]sambil telanjang.’’[H.R.Bukhari dan Muslim]

  1. Suci dari hadast dan najis

عَنْ عَائِشَةَ اِنَ اَوَلَ شَيْءٍ بُدِ ءَ بِهِ النَبِيُ صلى الله عليه وسلم حِيْنَ قُدِمَ انَهُ تَوَضَاءَ ثُمَ طَا فَ بِالْبَيْتِ رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَاْلمُسْلِمُ

Dari Aisyah,’’Sesungguhnya yang pertama dilakukan Nabi SAW ketika beliau tiba di Mekkah ialah mengambil wudhu,kemudian beliau tawaf di Baitullah.’’[H.R.Bukhari dan Muslim]

  1. Ka’bah hendaklah di sebelah kiri orang yang tawaf

عَنْ جَا بِرٍ اَنَ النَبِيَ صلى الله عليه وسلم لَمَا قَدَمَ مَكَةَ اَتَى اْلحَجَرَ فَاسْتَلَمَهُ ثُمَ مَشَى عَلىَ يَمِيْنِهِ فَرَ مَلَ ثَلَاثًا وَ مَشَى اَرْ بَعًا روا ه مسلم والنسائ

Dari Jabir,’’Bahwasanya Nabi Besar SAW tatkala sampai di Mekkah ,beliau mendekat ke hajar aswad,kemudian beliau menyapunya dengan tangan beliau,kemudian berjalan ke sebelah kanan beliau,berjalan cepat tiga keliling,dan berjalan biasa empat keliling.’’[H.R.Muslim dan Nasa’i]

  1. Permulaan tawaf itu hendaklah dari hajar aswad
  2. Tawaf itu hendaklah tujuh kali
  3. Tawaf itu hendaklah didalam mesjid,karena Rosulullah SAW melakukan tawaf di dalam mesjid.

NIAT TAWAF

Tawaf yang terkandung didalam haji tidak wajib niat karena niatnya sudah terkandung di dalam niat ihram haji.Tetepi kalau tawaf itu tersendiri bukan dalam ibadah haji,seperti tawaf wada’[tawaf karena akan meninggalkan Mekkah],maka wajib berniat.Niat tawaf disini menjadi syarat sahnya tawaf itu.

MACAM-MACAM TAWAF

  1. Tawaf qudum[tawaf ketika baru sampai]sebagai salat tahiyyatul mesjid.
  2. Tawaf ifadah[tawaf rukun haji]
  3. Tawaf wada’[tawaf ketika akan meninggalkan kota Mekkah]
  4. Tawaf tahallul[penghalalan barang yang haram Karena ihram]
  5. Tawaf nazar[tawaf yang dinazarkan]
  6. Tawaf sunat.

BACAAN SEWAKTU TAWAF

سبحا ن الله والحمد لله ولااله الاالله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله

  1. Sa’i[berlari-lari kecil diantara bukit safa dan marwah]

Sabda Rasulullah SAW:

عَنْ صَفِيَةَ بِنْتِ شَيْبَةَ اِنَ امْرَ اَةً اَخْبَرَتْهَا اَنَهَا سَمِعْتُ النَبِيَ صلىالله عليه وسلم بَيْنَ الصَفَا وَاْلمَرْوَةَ يَقُوْلُ كَتَبَ عَلَيْكُمْ السَعْيَ فَاسْعَوْا  رواه احمد

:Dari Safiyyah binti Syaibah;bahwa seorang perempuan telah mengabarkan kepadanya bahwa dia telah mendengar Nabi Besar SAW bersabda diantara bukit Safa dan Marwah;’’telah diwajibkan atas kamu sa’i.Maka hendaklah kamu kerjakan.[H.R.Ahmad]

SYARAT-SYARAT SA’I

  1. Hendaklah dimulai dari bukit safa dan disudahi di bukit marwah

Sabda Rasulullah SAW;

عَنْ جَا بِرٍ قاَ ل النبي صلى الله عليه وسلم فَا بْدَ ؤُا بِمَا بَدَ ا اللَهُ بِهِ رواه النسا ئ

Dari Jabir,’’Rasulullah SAW telah bersabda,’’Hendaklah kamu mulai [sa’i  kamu] dibukit yang terlebih dahulu disebut Allah dalam Al-Qur’an.’’[H.R.Nasa’i]

  1.  Hendaklah sa’I itu tujuh kali karena Rosulullah SAW telah sa’I tujuh kali.Dari safa ke marwah    dihitung satu kali,kembalinya dari marwah ke safa dihitung dua kali,dan seterusnya.
  2.  Waktu sa’i itu hendaklah sesudah tawaf,baik tawaf rukun maupun tawaf qudum.
  3. Mencukur atau menggunting rambut.Hal ini kalau kita berpegang pada pendapat yang kuat.Sekurang-kurangnya menghilangkan tiga helai rambut.Pihak yang mengatakan bercukur menjadi rukun beralasan karena tidak dapat diganti dengan menyembelih.
  4. Menertibkan rukun2 itu[mendahulukan yang dahulu diantara rukun2 itu],yaitu mendahulukan niat dari semua rukun yang lain,mendahulukan hadir di padang Arafah dari tawaf dan bercukur,mendahulukan tawaf dari sa’I jika ia tidak sa’I sesudah tawaf qudum.

DO’A  SA’I

Do’a ketika hendak mendaki ke bukit Shofa sebelum Sa’i:

اَبْدَ اُ بِمَا بَدَ ا الَلُه بِهِ وَرَ سُوْ لُهُ اِنَ الصَفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَا ئِرِاللَهِ فَمَنْ حَجَ اْلبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَا حَ عَلَيْهِ اَنْ يَطَوَفَ بِهِمَا فَمَنْ تَطَوَعَ خَيْرًا فَاِنَ اللَهَ شَا كِرٌ عَلِيْمٌ

BEBERAPA WAJIB HAJI

Perkataan wajib dan rukun biasanya berarti sama,tetapi didalam urusan haji ada perbedaan sebagai berikut;

Rukun;sesuatu yang tidak sah haji melainkan dengan melakukannya,dan ia tidak boleh diganti dengan dam[menyembelih binatang]

Wajib;sesuatu yang perlu dikerjakan,tetapi sahnya haji tidak bergantung padanya,dan boleh diganti dengan menyembelih binatang.

  1. Ihram dari miqot[tempat yang ditentukan dan masa tertentu].

Ketentuan masa[miqot zamani]ialah dari awal bulan Syawal sampai terbit fajar hari raya ‘idul Adha.Jadi ihram haji wajib dilakukan dalam masa dua bulan 9 setengah hari.

Firman Allah SWT;‘’

 

‘’  (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.[Q.S.AL-Baqarah;197].

KETENTUAN TEMPAT[MAKANI]

  1. Mekah ialah miqot [tempat ihram]orang yang tinggal di Mekah.Berarti orang yang tinggal di Mekah ihram dari rumah masing-masing.
  2. Dzulhulaifah ialah miqot orang yang datang dari arah Madinah dan negeri2 yang sejajar dengan Madinah.
  3. Juhfah ialah miqot orang yang datang dari arah Syam,Mesir,Magribi,dan negeri2 yang sejajar dengan negeri2 tersebut.Juhfah adalah nama suatu kampung diantara Mekah dan Madinah.Kampung itu sekarang telah rusak[roboh],kampung yang dekat dengannya adalah Robig.Orang2 yang datang dari negeri tersebut sekarang mulai ihram apabila mereka telah melalui atau sejajar dengan Robig.
  4. Yalamlam ialah nama suatu bukit dari beberapa bukit Tuhamah.Bukit ini adalah miqot orang yang datang dari arah Yaman,india,Indonesia,dan negeri2 yang sejajar dengan negeri2 tersebut.Orang2 yang datang dari Indonesia dan india,apabila kapal mereka telah setentang dengan bukit Yalamlam,mereka telah wajib ihram.
  5. Qornul Manazil ialah nama sebuah bukit,jauhnya kira2 80,640 km dari Mekah.Bukit ini merupakan miqot orang yang datang dari arah Najdil-Yaman dan Najdil-Hijaz serta orang2 yang datang dari negri2 yang sejajar dengan itu.
  6. Dzatu ‘Irqin ialah nama kampong yang jauhnya kira2 80,640 km dari Mekah.Kampung ini merupakan miqot orang yang datang dari Irak dan negeri2 yang sejajar dengan itu.
  7. Bagi penduduk negri2  yang ada diantara mekah dan miqat2 tersebut, miqat mereka ialah negeri masing2.
  8. Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam,di malam Hari Raya ‘Idul Adha sesudah hadir di padang Arafah.

Maka apabila ia berjalan dari Muzdalifah tengah malam,ia wajib membayar denda[dam].

  1. Melontar Jumrotul ‘Aqobah pada Hari Raya ‘Idul Adha.
  2. Melontar tiga Jumroh.

Jumroh yang pertama,kedua,dan ketiga[Jumroh ‘Aqobah] dilontar pada tanggal 11-12-13 bulan Haji.Tiap2 Jumroh dilontar dengan tujuh batu kecil.Waktu melontar ialah sesudah tergelincir matahari pada tiap2 hari.

Firman Allah SWT;

’ Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, Maka tiada dosa baginya. dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), Maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah, dan Ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.[Q.S.Al-Baqarah;203].

Syarat melontar

Melontar dengan tujuh batu,dilontarkan satu persatu.

Menertibkan tiga Jumroh,di mulai dari Jumroh yang pertama[dekat mesjid Khifa],kemudian yang di tengah,dan sesudah itu yang terakhir[Jumroh ‘Aqobah].

Alat untuk melontar adalah batu kerikil,tidak sah melontar dengan selain batu.

Orang yang berhalangan tidak dapat melontar,sedangkan halangannya itu tidak ada harapan akan hilang dalam masa yang ditentukan untuk melontar,maka orang tersebut hendaklah mencari wakilnya,sekalipun dengan jalan mengupah.Orang yang tidak melontar sehari atau dua hari harus menggantinya dengan hari lain asal masih dalam masa yang ditentukan untuk melontar yaitu tanggal 10-13.

  1. Bermalam di Mina
  2. Towaf wada’[towaf sewaktu akan meninggalkan Mekkah]
  3. Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang diharamkan.

BEBERAPA SUNAT HAJI

  1. Ifrod

Cara mengerjakan haji dan umroh ada 3 cara:

  1. Ifrod:yaitu ihrom untuk haji saja dahulu dari miqotnya,terus diselesaikannya pekerjaan haji,kemudian ihrom untuk umroh,serta terus mengerjakan segala urusannya,berarti dikerjakan satu2 dan didahulukannya haji.Inilah yang dinamakan ifrod,yang lebih baik dari dua cara yang lain.
  2. Tamattu’:yaitu mendahulukan umroh daripada haji dalam waktu haji.Caranya:Ihram mula2 untuk umroh dari maqot negerinya;diselesaikan semua urusan umroh,kemudian ihram lagi dari Mekkah untuk haji.
  3. Qiron:yaitu dikerjakan bersama-sama.Caranya:seseorang melakukan ihram untuk keduanya pada waktu ihram haji,dan mengerjakan sekalian urusan haji.Urusan umrah dengan sendirinya termasuk dalam pekerjaan ibadah haji.

Sabda Rosulullah SAW;

مَنْ اَحْرَمَ بِالْحَجِ وَالْعُمْرَةِ اَجْزَ ؤُهُ طَوَافٌ وَا حِدٌ وَسَعَي وَاحِدٌ حَتَى يَحِلَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا رواه التر مذي

“Barang siapa mengerjakan ihram untuk haji dan umrah,cukuplah ia melakukan towaf satu kali,sa’I satu kali,sehingga ia melakukan penghalal keduanya.”[H.R.Tirmidzi]

 

  1. Membaca talbiyyah dengan suara yang keras bagi laki2,dan bagi perempuan hendaklah diucapkan sekadar terdengar oleh telinganya sendiri.

Membaca talbiyyah disunatkan selama dalam ihram sampai melontar jumrah ‘Aqobah pada hari raya.

Adapun lafadz talbiyyah adalah:

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك ان الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك  رواه البخا ري والمسلم

“Ya Allah,saya tetap tunduk mengikuti perintah-Mu,tidak ada sekutu bagi-Mu,sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi-Mu,dan Engkaulah yang menguasai segala sesuatu,tidak ada

yang menyekutui kekuasaan-Mu.”[H.R.Bukhori dan Muslim]

 

  1. Berdo’a sesudah membaca talbiyyah

عَنْ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَا بِتٍ اَنَ النَبِيَ صلىالله عليه وسلم اِذَ ا فَرَ غَ مِنْ تَلْبِيَةَ سَا لَ اللهُ عز وجل رِضْوَانَهُ وَالْجَنَةَ وَاسْتَعَا ذَ بِرَحْمَتِهِ مِنَ النَارِ  رواه الشا فعي والدا ر قطنى

Dari Khuzaimah ban Stabit :’’Bahwasanya Nabi SAW apabila beliau telah membaca talbiyyah,beliau berdo’a meminta keridhoan Allah,supaya di beri syurga,dan meminta perlindungan kepada-Nya dari siksa api neraka.[H.R.Syafi’I dan Daruqutni]

  1. Membaca dzikir sewaktu tawaf

Dzikir tawaf:

عن عبدالله بن السا ئب سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول بين الركن اليما نى والحجر ربنا اتنا فى الد نيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذا ب النا ر رواه ابو داود

Dari Abdullah bin Saib,katanya:’’saya dengar Rasulullah SAW bersabda diantara rukun [sudut]Yamani dan Hajar Aswad;wahai Tuhan kami,berilah kami kebaikan didunia dan juga kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa api neraka.’’[H.R.Abu Dawud]

  1. Salat dua roka’at sesudah tawaf.
  2. Masuk ke Ka’bah [rumah suci].

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابن عبا س قال النبي صلىالله عليه وسلم من دخل البيت د خل فى حسنة وخرج مغفورا له رواه البيهقى

Dari Ibnu Abbas,’’Nabi SAW telah bersabda:Barang siapa yang masuk ke Ka’bah,ia telah masuk ke dalam kebaikan serta ia keluar mendapat ampunan.’’[H.R.Baihaqi]

 

 

BEBERAPA LARANGAN KETIKA IHRAM

Hal-hal yang tidak boleh dikerjakan oleh orang yang sedang dalam ihram haji atau umrah ada yang terlarang hanya bagi laki2 saja,ada yang terlarang bagi perempuan saja,dan ada pula yang terlarang bagi keduanya[laki2 dan perempuan].

YANG DILARANG BAGI LAKI-LAKI

  1. Dilarang memakai pakaian yang berjahit,baik jahitan biasa atau bersulaman,atau di ikatkan kedua ujungnya.Yang di maksud adalah tidak boleh memakai pakaian yang melingkungi badan [seperti kain sarung].Yang diperbolehkan ialah kain panjang,kain basahan,atau handuk.Boleh juga memakai kain tersebut kalau karena keadaan yang mendesak,seperti karena sangat dingin,atau panas,tetapi ia wajib membayar denda[dam].

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابن عمر سئل رسول الله عليه وسلم عما يلبس المحرم قال لا يلبس المحرم القميص ولا العما مة ولا البرنس ولا السرا ويل ولا ثوبا مسه ورس ولا زعفران ولا الخفين الا ان لا يجد نعلين فليقطعهما حتى يكونا اسفل من الكعبين رواه البخا ري والمسلم

Dari Ibnu Umar,Rasulullah SAW telah ditanya,’Apakah pakaian yang harus dipakai oleh orang yang sedang ihram haji?Jawab beliau:’orang yang ihram tidak boleh memakai baju,ikat kepala,topi,celana,kain yang di celup dengan sesuatu yang harum,tidak boleh memakai za’faron,dan sepatu,kecuali kalau ia tidak mempunyai terompah,maka ia bolah memakai sepatu,hendaklah sepatunya dipotong sampai di bawah dua mata kaki.’’[H.R.Bukhori dan Muslim]

  1. Dilarang menutup kepala,kecuali karena suatu keperluan,maka diperbolehkan,tapi ia wajib membayar denda.

Sabda Rasulullah SAW. terhadap seseorang yang mati karena terjatuh dari untanya:

لا تخمروا رء سه فانه يبعث يوم القيا مة ملبيا رواه البخاري والمسلم

‘’Jangan kamu tutup kepalanya,maka sesungguhnya ia akan di bangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyyah[H.R.Bukhori dan Muslim]

Maka keadaannya dibangkitkan seperti sewaktu membaca talbiyyah itu menunjukkan bahwa di larang menutup kepala iti karena ihram.

YANG DI LARANG BAGI PEREMPUAN

Dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan,kecuali apabila keadaan mendesak,maka ia boleh menutup muka dan kedua telapak tangannya,tetapi diwajibkan membayar fidyah.

Sabda Rasulullah SAW:عن ابن عمر قا ل النبي صلى الله عليه وسلم لا تنتقب المراة المحر مة ولا تلبس القفا زين رواه البخاري و احمد

Dari Ibni Umar,Nabi SAW telah bersabda,’’tidak boleh bagi perempuan yang sedang ihram menutup muka dan tidak boleh memakai sarung tangan.’’[H.R. Bukhori dan Ahmad]

YANG DILARANG BAGI KEDUANYA[LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN]

  1. Dilarang memekai wangi-wangian,baik pada badan maupun pakaian.Adapun ketinggalan bau wangi-wangian yang dipakai sebelum ihram hingga masih tetap tinggal sesudahnya,tidak berdosa,bahkan Rasulullah SAW apabila hendak ihram,biasanya beliau memakai wangi-wangian terlebih dahulu.
  2. Dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain,begitu juga berminyak rambut.

Firman Allah SWT:

’ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah Karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau Karena sakit), Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu Telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu Telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.[Al-Baqarah:196]

  1. Dilarang memotong kuku.Keterangannya diqiyaskan pada larangan memotong rambut.Menghilangkan tiga helai rambut atau tiga kuku,mewajibkan fidyah yang cukup dengan syarat pada tempat dan masa yang satu.

Mencukur rambut karena udzur seperti sakit diperbolehkan,tetapi wajib membayar fidyah.

  1. Dilarang mengaqadkan nikah[menikahkan,menikah atau menjadi wakil dalam akad pernikahan]

Sabda Rasulullah SAW:

عن عثما ن ابن عفا ن قا ل النبي صلى الله عليه وسلم لا ينكح المحرم ولا ينكح ولا يخطب رواه مسلم

Dari Usman bin Affan,Nabi SAW telah bersabda:’’Orang yang sedang dalam ihram tidak boleh menikah,tidak boleh menikahkan[menjadi wali atau wakil],dan tidak boleh pula meminang.[H.R.Muslim]

Rujuk tidak dilarang,sebab rujuk itu berarti mengekalkan pernikahan,bukan aqad nikah.Hal itu berdasarkan kaidah berikut ini:

يغتفر فى الد وام ما لا يغتفر فى الابتد ا ء

‘’Diampuni mengekalkan sesuatu,sedangkan memulainya tidak di ampuni[tidak boleh].’’

  1. Dilarang bersetubuh dan pendahuluannya.Bersetubuh itu bukan hanya dilarang,tetapi memfasidkan [membatalkan]umrah apabila terjadi sebelum selesai dari semua pekerjaan umrah,dan memfasidkan haji apabila terjadi sebelum mengerjakan penghalal yang pertama.

Firman Allah SWT:

 (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal[Al-Baqarah:197]

  1. Dilarang berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal di makan.

Firman Allah SWT:

‘’ Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.[Al-Maidah:96]

Adapun memakan binatang yang di buru oleh orang lain,tidak ada halangan bagi orang ihram,asal niat orang yang berburunya bukan untuk orang ihram.

Sabda Rasulullah SAW:

عن جا بر قا ل النبي صلى الله عليه وسلم صيد البر لكم حلا ل و انتم حرم ما لم تصيد وه او يصد لكم رواه التر مذ ي والنسا ئ

Dari Jabir,’’Nabi SAW telah bersabda:binatang buruan di darat halal bagi kamu sewaktu kamu sedang ihram,asal tidak kamu yang berburunya atau di buru karena untuk kamu.’’[H.R.Tirmidzi dan Nasa’i]

TAHALLUL[PENGHALALAN BEBERAPA LARANGAN]

Penghalalan beberapa larangan ada tiga perkara:

  1. Melontar jumrah ‘Aqabah pada hari raya
  2. Mencukur atau menggunting rambut
  3. Tawaf yang di iringi dengan sa’I,kalau ia belum sa’I setelah tawaf qudum

Apabila dua perkara diantara tiga perkara tersebut sudah di kerjakan,halallah baginya beberapa larangan berikut ini:

  1. Memakai pakaian berjahit
  2. Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka ,telapak tangan bagi perempuan
  3. Memotong kuku
  4. Memakai wangi-wangian,berminyak rambut,dan memotongnya kalau ia belum bercukur
  5. Berburu dan membunuh binatang liar

Maka apabila dikerjakannya satu perkara lagi sesudah dua perkara yang pertama tadi,hasillah penghalal yang kedua,dinamakan ‘’tahallul kedua’’,dan halallah semua larangan yang belum halal pada tahallul pertama tadi.Sesudah itu ia wajib meneruskan beberapa pekerjaan haji yang belum dikerjakannya,kalau ada,umpamanya belum melontar,sedangkan ia tidak dalam ihram lagi.Adapun penghalal umrah yaitu sesudah selesai dari semua pekerjaannya.

MENINGGALKAN RUKUN HAJI

Barang siapa ketinggalan hadir di padang Arafah pada waktu yang di tentukan,hendaklah ia mengerjakan pekerjaan umrah agar ia keluar dari ihramnya;ia wajib membayar  fidyah dan mengqadha pada tahun yang berikutnya.

Sabda Rasulullah SAW:

من فا ته عرفة ليلا فقد فا ته الحج فليهل بعمرة وعليه الحج من قا بل رواه الدارقطنى

‘’Barang siapa ketinggalan hadir di padang Arafah pada malam tanggal 10 bulan Dzulhijjah,maka sesungguhnya tertinggallah hajinya.Maka hendaklah mengerjakan umrah,dan ia wajib mengqadha hajinya pada tahun berikutnya.’’[H.R.Daruqutni]

Orang yang meninggalkan salah satu rukun dari rukun2 haji selain hadir di padang Arafah,ia tidak halal dari ihramnya hingga dikerjakannya rukun yang ketinggalan itu.Karena rukun2 yang yang lain itu mempunyai waktu yang luas,maka hendaklah ia lekas mengerjakannya agar ia halal dari ihramnya.

Barang siapa meninggalkan salah satu dari wajib2 haji atau umrah,maka ia wajib membayar denda[dam].Tetapi barang siapa meninggalkan sunat haji atau umrah,maka ia tidak wajib melakukan apa-apa.

BEBERAPA JENIS DENDA[DAM]

  1. Denda[dam]tamattu’ dan qiran.Artinya orang yang mengerjakan haji dan umrah dengan cara tamattu’atau qiran,ia wajib membayar denda;dendanya wajib di atur sebagai berikut:
  2. Menyembelih seekor kambing yang sah untuk qurban
  3. Kalau tidak sanggup memotong kambing,ia wajib puasa sepuluh hari:tiga hari wajib dikerjakan sewaktu ihram paling lambat sampai hari raya ‘Idul Adha,tujuh hari lagi wajib dikerjakan sesudah ia kembali ke negerinya.

Firman Allah SWT:

dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah Karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau Karena sakit), Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu Telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu Telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.[Al-Baqarah:196]

Disamakan dengan denda tamattu’ bila meninggalkan ihram dari tempatnya[miqat],begitu juga meninggalkan melontar,bermalam di Muzdalifah atau Mina,tawaf wada’ dan ketinggalan hadir di padang Arafah,semua yang tersebut diqiyaskan dengan tamattu’,dendanya sama dengan denda tamattu’.Hanya puasa tiga hari sewaktu ihram itu tidak mungkin selain dari tamattu’dan meninggalkan ihram dan tempatnya.Adapun yang lain tidak dapat berpuasa kecuali sesudah habis dari hari tasyrik [tanggal11-12-13 bulan Dzulhijjah].

  1. Denda karena mengerjakan salah satu dari larangan berikut:
  2. Mencukur atau menghilangkan tiga helai rambut atau lebih
  3. Memotong kuku
  4. Memakai pakaian yang berjahit
  5. Berminyak rambut
  6. Memakai minyak wangi baik pada badan ataupun pada pakaian
  7. Pendahuluan bersetubuh,dan bersetubuh setelah tahallul pertama

Denda kesalahan tersebut boleh memilih antara tiga perkara:menyembelih seekor kambing yang sah untuk qurban,puasa tiga hari atau bersedekah tiga sa’[9,3 liter] makanan kepada enam orang miskin.

Sabda Rasulullah SAW:

فا حلقه واذ بح شا ة او صم ثلا ثة ا يا م او تصد ق بثلا ثة ا صع من تمر بين ستة مسا كين رواه احمد و مسلم

Seseorang mengadu karena kepalanya sakit.Rasulullah SAW bersabda:’’Cukurlah rambutmu itu,dan sembelihlah seekor kambing,kalau tidak,puasalah tiga hari atau bersedekah tiga sa’ kurma kepada enam orang miskin.’’[H.R.Ahmad dan Muslim]

  1. Denda karena bersetubuh yang membatalkan haji dan umrah apabila terjadi sebelum tahallul pertama.Denda itu wajib diatur sebagai berikut:Mula2 wajib menyembelih unta,karena Umar telah berfatwa dengan wajibnya unta.Kalau tidak dapat unta,dia wajib memotong sapi.Kalau tidak dapat sapi,menyembelih tujuh ekor kambing.Kalau tidak ada kambing,hendaklah dihitung harga unta dan di belikan makanan,lalu makanan itu disedekahkan kepada fakir miskin di tanah Haram.Kalau tidak dapat makanan hendaklah berpuasa.Tiap2 seperempat  sa’ dari harga unta tadi,ia harus puasa satu hari.Tempat puasa dimana saja,tetapi menyembelih unta atau sapi,begitu juga bersedekah makanan,wajib dilakukan di Tanah Haram.Cara tersebut adalah pendapat sebagian ulama,beralasan fatwa Umar.Ulama yang lain berpendapat wajib menyembelih seekor kambing saja,mereka mengambil alasan hadist mursal yang di riwayatkan oleh Abu Dawud.
  2. Denda membunuh buruan [binatang liar].Binatang liar ada yang mempunyai bandingan [missal]dengan binatang yang jinak,berarti ada binatang jinak yang keadaannya mirip dengan binatang liar yang terbunuh,dan ada yang tidak.Kalau binatang yang terbunuh itu mempunyai bandingan,dendanya menyembelih binatang jinak yang sebanding dengan yang terbunuh.Atau dihitung harganya,dan sebanyak harga itu dibelikan makanan.Makananitu disedekahkan kepada fakir miskin diTanahHaram.Atau puasa sebanyak harga binatang tadi,tiap2 seperempat sa’ makanan berpuasa satu hari.Boleh memilih antara tiga perkara tersebut,tetapi menyembelih atau bersedekah makanan wajib dilakukan di Tanah Haram,sedangkan puasa boleh dimana saja.Kalau binatang yang terbunuh itu tidak ada bandingannya,dendanya bersedekah makanan sebanyak harga binatang yang terbunuh kepada fakir miskin di Tanah Haram,atau berpuasa tiap2 seperempat sa’ satu hari.

Firman Allh SWT:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, Maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah Telah memaafkan apa yang Telah lalu. dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.[Al-Maidah:95]

 

  1. Denda karena terkepung[terhambat].Orang yang terhalang di jalan tidak dapat meneruskan pekerjaan haji atau umrah,baik terhalang di Tanah Halal atau Tanah Haram,sedangkan tidak ada jalan lain,ia hendaklah tahallul dengan menyembelih seekor kambing ditempatnya terhambat itu,dan mencukur rambut kepalanya.Menyembelih dan bercukur itu hendaklah dengan niat tahallul [penghalalan yang haram].

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*