Home / Muamalat / UTANG PIUTANG

UTANG PIUTANG

UTANG PIUTANG

Utang piutang ialah memberikan sesuatu kepada seseorang,dengan perjanjian dia akan membayar yang sama dengan itu.

Mempiutangkan sesuatu kepada seseorang berarti dia telah menolongnya.

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابن مسعود ان النبي صلى الله عليه وسلم قا ل ما من مسلم يقرض مسلما قرضا مرتين الا كا ن كصد قتها مرة روا ه ابن ما جه

Dari Ibnu Mas’ud,’’Nabi SAW telah bersabda,’’Seorang muslim yang mempiutangi seorang muslim dua kali,seolah2 ia telah bersedekah kepadanya satu kali.’’[H.R.Ibnu Majah]

والله فى عو ن العبد ما دا م العبد فى عو ن اخيه رواه مسلم

Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.’’[H.R.Muslim]

HUKUM MEMBERI UTANG

Memberi utang hukumnya sunat,bahkan bisa menjadi wajib,misalnya mengutangi orang yang terlantar atau yang sangat membutuhkannya.

RUKUN UTANG PIUTANG

  1. Lafadz[kalimat mengutangi],seperti :’’saya utangkan ini kepada engkau.’’Jawab yang berutang,’’saya mengaku berutang kepada engkau.’’
  2. Yang berpiutang dan yang berutang.
  3. Barang yang diutangkan.Begitu pula mengutangkan hewan,maka di bayar dengan hewan yang sama.

MENAMBAH BAYARAN

Melebihkan bayaran dari sebanyak utang,kalau kelebihan itu memang kemauan yang berutang dan tidak atas perjanjian  sebelumnya,maka kelebihan itu boleh[halal]bagi yang mengutangkannya,dan menjadi kebaikan untuk  orang yang membayar utang.

Sabda Rasulullh SAW:

فان من خير كم احسنكم قضا ء متفق عليه

‘’Maka sesungguhnya sebaik2 kamu ialah yang sebaik2nya pada waktu membayar utang.’’[Sepakat ahli hadist]

عن ابى هريرة قا ل استقرض رسو ل الله صلى الله عليه وسلم سنا فا عطى سنا خيرا من سنه وقا ل خيا ركم احا سنكم قضا ء رواه احمد والتر مذى و صححه

Dari Abi Hurairah,Ia berkata,’’Rasulullah SAW  telah mengutang hewan,kemudian beliau bayar dengan hewan yang lebih tua umurnya dari pada hewan yang beliau utang itu,dan Rasulullah SAW bersabda,’’Orang yang paling baik  diantara kamu ialah orang yang dapat membayar utangnya dengan yang lebih baik.’’[H.R.Ahmad dan Tirmidzi lalu disahihkannya]

Adapun tambahan yang dikehendaki oleh yang berpiutang atau telah menjadi perjanjian sewaktu akad,hal itu tidak boleh.Tambahan itu tidak halal atas yang berpiutang mengambilnya.Umpamanya yang berpiutang berkata kepada yang berutang,’’saya utangi engkau dengan syarat sewaktu membayar engkau tambah sekian.’’

Sabda Rasulullah SAW:

كل قرض جر منفعة فهو وجه من وجوه الر بوا اخرجه البيهقى

‘’Tiap2 piutang yang mengambil manfa’at ,maka itu salah satu dari beberapa macam riba.’’[H.R.Baihaqi]

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*