Home / Muamalat / WADI’AH[petaruh]

WADI’AH[petaruh]

                WADI’AH[petaruh]

Petaruh ialah menitipkan suatu barang kepada orang lain agar dia dapat memelihara dan menjaganya sebagaimana mestinya.

Firman Allah SWT:

‘’ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat[An-Nisa:58]

Sabda Rasulullah SAW:

عن ابي هريرة قال انبي صلى الله عليه وسلم :اد الا ما نة الى من ائتمنك ولا تكن من خا نك .رواه الترمذي

Dari Abu Hurairah,’’Nabi SAW telah bersabda,’bayarkanlah petaruh itu kepada orang yang mempercayai engkau,dan jangan sekali-kali engkau berhkianat,meskipun terhadap orang yang telah berhkianat kepadamu.’’[H.R.Tirmidzi]

Hukum menerima petaruh

  1. Sunat,bagi orang yang percaya kepada dirinya bahwa dia sanggup menjaga petaruh yang diserahkan kepadanya.
  2. Haram,apabila dia tidak kuasa atau tidak sanggup menjaganya sebagaimana mestinya,karena seolah-olah dia membukakan pintu untuk keruksakan atau lenyapnuntuk keruksakan atau lenyapnya barang yang dititipkan itu.
  3. Makruh,yaitu bagi orang yang dapat menjaganya,tetapi dia tidak percaya kepada dirinya;boleh jadi dikemudian hari hal itu akan menyebabkan dia berhkianat terhadap barang yang dititipkan kepadanya.

RUKUN PETARUH

  1. Ada barang yang dipertaruhkan.Syaratnya,merupakan milik yang sah.
  2. Ada yang berpetaruh dan yang menerima petaruh.Syarat keduanya seperti keadaan wakil dan yang berwakil,tiap2 orang yang sah berwakil atau menjadi wakil,sah pula menerima petaruh atau berpetaruh.
  3. Menurut pendapat yang sah tidak disyaratkan adanya lafadz Kabul,tetapi cukup dengan perbuatan[menerima barang yang dipertaruhkan].Habis masa akad wadi’ah adalah dengan meninggalnya salah seorang dari yang berpetaruh atau yang menerima petaruh,begitu juga apabila salah seorang nya gila atau minta berhenti.

Akad petaruh adalah akad percaya mempercayai.Oleh karena itu,yang menerima petaruh tidak perlu menggantinya apabila barang yang dipertaruhkan hilang atau rusak.Kecuali rusak karena ia lalai atau kurang penjagaan.

About admin

Nama saya gilang mahival, Hanya seorang hamba allah yang gemar menimba ilmu dari pesantren ahlussunnah. Dan mengharapkan ridha nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*